Kamis

PUISI UNTUK CINTA

Tersedia sebuah ruang

Kujaga, kurawat dan hiasi

Sengaja tuknya kubangun dengan ras malu

Kuhiasi dengan rasa kesederhanaan,

Penuh rasa bunda, kujaga dengan setia.

Ternyata, yang ada ruang yang tak seluas dunia,

Relung tak sejembur, hati tak sedalam lautan

Jiwa tanpa tahu mana batasnya tanpa dirimu.


Entah senja dan fajar keberapa aku lewati

Sujud yyang kesekian kali aku jalani

Do’a yang tak mampu kuhitung

Harap yang belum jua menjadi nyata

Asa terseok lari rindu yang belum keterima

Rindu, kangen, timbul tenggelam tanpa ada kepastian,

Sesuatu yang pernah diraih, yang pernah kudapati,

Kenapa terenggut lagi?

Wahai dindaku, dimanakah engkau?

Kunanti cahaya Mu, dalam gelapku

Bimbinglah langkahku ini’

Untuk menyempurnkan kehidupan yang tak kunjung pasti.